Nahhh kalo buknya udah terbit, pengen juga baca sinopsisnya kan? Nahhh....berikut ini sinopsisnya yaaaa :-) :-)
Pikiran
pertama saya saat saya menulis buku ini adalah memetakan filsafat ke dalam
tulisan untuk memberikan penghormatan terakhir saya untuk salah seorang dosen
saya yang mangkat pada 17 Februari 2014 yang lalu di Sleman. beliau adalah Prof.
Dr. Damardjati Supadjar yang sempat mengajar saya filsafat di Universitas
Wangsa Manggala pada awal-awal semester saat saya mengambil jurusan Psikologi
di universitas tersebut.
Saya
tidak mengenal dan tidak memahami filsafat pada awalnya sehingga saya harus
mengulang mata kuliah ini untuk mendapatkan nilai B pada transkrip saya.
Pertemuan pertama kali saya dengan filsafat adalah sesuatu yang membingungkan,
sebuah rangkaian kata-kata kusut seperti benang yang terlepas dari ikatannya
dan kita harus mengurainya satu per satu. Sejalan dengan waktu, saya mulai
mengenal filsafat, walaupun tidak dapat dikategorikan sebagai bisa atau pintar
pada bidang ini, tetapi selanjutnya, filsafat menjadi sesuatu yang menarik bagi
saya. Apalagi setelah saya diperkenalkan oleh rekan kerja saya pada koleksi buku-bukunya
yang merupakan karya Khalil Gibran. Saat itu, saya bekerja menjadi penyiar radio
swasta di Kulon Progo. Dari buku-buku beliau ini, saya menjadi semakin tertarik
dengan filsafat.
Pertemuan
saya dengan Prof. Dr. Damardjati di kelas filsafat adalah sesuatu yang luar
biasa bagi saya, dimana saya sudah mendengar nama beliau yang terkenal sebagai
Guru Besar pada Fakultas Filsafat di Universitas Gadjah Mada, dan tentu saja
nama beliau sering terdengar baik di media cetak maupun elektronik. Sebagai
mahasiswa tingkat awal, tentu saja saya bangga dan ingin berbagi pengetahuan
dengan beliau. Saat itu saya ingin bertanya mengenai tulisan-tulisan saya. Saat
itu, saya berharap beliau akan memberikan komentar maupun kritik terhadap karya
saya. Namun, komentar dan kritik itu tidak saya dapatkan dari beliau, beliau
hanya berkata, “Tulislah sesuatu yang ilmiah.” Setelah diskusi singkat saya
dengan Prof. Dr. Damardjati yang kurang dari lima menit itu, saya memikirkan perkataan
beliau hingga hari ini.
Menilik
kembali cita-cita dan hobi saya menulis yang mulai muncul sejak saya Sekolah
Dasar, hasil karya saya memang lebih pada tulisan-tulisan fiksi yang berasal
dari khayalan dan keinginan saya semata. Awalnya, saya berpikir bahwa “sesuatu
yang ilmiah” itu sifatnya menciptakan buku-buku pengetahuan, menulis skripsi
dan pedoman-pedoman pada bidang tertentu. Sejalannya perkembangan waktu, saya
mulai berpikir untuk menuangkan “sesuatu yang ilmiah” itu tetap ke dalam bentuk
fiksi. Karya pertama saya yang saya maksudkan untuk lebih ke filsafat ternyata
gagal menurut pemandangan saya, sehingga saya tidak melanjutkan penerbitan buku
tersebut, namun cerita-cerita dalam buku itu kemudian saya salin dan saya
masukkan ke dalam blog saya dengan alamat http://jantifitri-allstories.blogspot.com.
Kemudian buku kedua saya yang saya kerjakan hampir sepuluh tahun dengan revisi
berkali-kali akhirnya mampu saya terbitkan pada Juli 2014. Buku kedua ini masih
dalam karya fiksi, hanya saja saya mulai mengkaitkannya dengan pengetahuan
ilmiah. Semenjak itu, saya selalu melakukan penelusuran mendalam sebelum saya
menulis buku, baik itu buku fiksi maupun karya-karya ilmiah lainnya.
Dalam
buku saya kali ini dengan judul “Laku Lelaku Nglakoni Lelakon” ini masih jauh
dari buku filsafat yang saya impi-impikan, pada akhirnya, buku ini lebih
bersifat pada buku motivasi yang saya harapkan dengan pengalaman-pengalaman
nyata dari orang-orang yang ada di sekeliling kita, mampu memberikan motivasi pada
diri kita dan memandang “penderitaan” yang saat ini sedang kita alami sebagai
“proses” menuju pada “kesuksesan” yang sifatnya relatif.
Pengambilan
judul yang menggunakan Bahasa Jawa ini dikaitkan dengan kearifan lokal yang
sengaja saya ambil berdasarkan latar belakang budaya saya yaitu suku Jawa.
Adapun istilah-istilah dalam bahasa Jawa akan saya deskripsikan hingga
mendekati arti sesungguhnya pada istilah tersebut, hal ini berkaitan dengan
luasnya cakupan bahasa suku (baik suku Jawa maupun suku-suku lain di Indonesia)
yang sering sulit diartikan ke dalam bahasa Indonesia.
Lebih
lanjut, buku ini adalah penghargaan terbesar saya pada beliau Prof. Dr.
Damardjati Supdjar yang sekaligus akan menjadi karya filsafat saya yang
pertama.